KAIN TENUN (KERAJINAN TANGAN) ASAL INDONESIA
Tenun troso Jepara, adalah hasil dari ketekunan, ketelitian dan kesabaran yang berbuah keindahan. Kami menghadirkan produk Tenun Troso Jepara yang akan menghiasi hari-hari anda dengan keindahan dari hasil karya tenun yang penuh dengan tradisi asli bangsa Indonesia.
Tenun troso Jepara adalah tenun yang dihasilkan dengan menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Sehingga hasil tenunan yang dihasilkan sangat halus dan teliti, berbeda dengan kain tenun yang dihasilkan dengan ATM (Alat Tenun Mesin) ataupun dengan metode printing. Keunikan dari Tenun Troso Jepara ini adalah pada pengerjaannya yang masih manual, sehingga sering disebut handmade.
Tenun troso Jepara telah tersebar di seluruh pelosok nusantara dengan beraneka ragam motif yang diminati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dengan motif tradisional yang tetap berkesan eksklusif, tenun troso Jepara dapat digunakan sebagai bahan Kemeja atau busana wanita yang sangat elegan, Ditambah lagi dengan motif dan corak tenun Troso yang inovatif, dari hari ke hari pengrajin menciptakan motif corak dan warna- warna baru yang cerah dan menarik. Di Era digital seperti saat sekarang ini membuat Tenun dengan cara memintal benang satu perr satu hingga menghasilkan selembar kain tenun yang siap untuk dijahit menjadi pakaian , merupakan pekerjaan yang langka dan sangat tidak efektif dan efisien, namun oleh karena kita sebagai anak Indonesia yang mempunyai banyak ragam budaya maka sudah seharusnya apabila kita patut melestarikan budaya leluhur kita yang salah satunya adalah TENUN yang dibuat oleh tangan – tangan terampil pengrajin dari desa Troso Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah Republik Indonesia. Kerajinan TENUN harus diupayakan terkenal sejajar dengan BATIK sebagai identitas Negara Republik Indonesia di mata dunia.
PEMBUATAN DASARAN KAIN/BENANG
• Benang Putih di Rendam dengan air biasa selama satu hari satu malam (Gb 1)
• Benang setelah diperas dimasukkan dalam cairan pemutih selama lima menit (Gb. 2)
• Benang diwenter sesuai warna yg dikehendaki dengan cara tehnik pementeran sebagaimana umumnya (Gb. 3)
• Hasil pewenteran diperas dan dikeringkan/ dijemur di bawah matahari untuk memperoleh hasil yang maksimal (Gb. 4,5 dan 6 )
• Benang disepul digulung dalam alat Jontrol (Gb. 7) (Jontrol : Alat yg seperti velg yg diputar / menggunakan mesin khusus) / gulungan sepul besar
• Benang digulung dalam sepulan dengan ukuran kecil (Skir) (Gb.8)
• Benang digulung dalam alat boom (alat penggulung benang ukuran besar yang menempel pada / terdapat pada alat tenun ATBM) (Gb. 9)
• Benang kemudian dicucuk, dengan cara benang dimasukkan satu per satu/tiap helai dimasukkan dalam gon (alat yang memisahkan benang satu per satu dan terbuat dari jeruji kawat yg berdiri berjajar)
• Arah benang setelah masuk ke gon diarahkan/dimasukkan kedalam sisir (alat berbentuk sisir rambut terbuat dari kawat tipis)
• Dasaran BENANG siap ditenun dengan menggunakan /digabungkan benang bermotif(benang sudah tertata rapi di alat tenun dengan arah vertikal).
PROSES PEMOTIFAN & GAMBAR PADA BENANG:
• Benang putih disepul kecil kemudian di Keteng (Gb. A)
• Benang diketeng (dengan cara benang ditata rapi pada sebidang bentangan kayu yang berbentuk Figura) (Gb. B)
• Hasil ketengan/proses penataan benang pada sebidang Figura (Gb. C)
• Kemudian Didesain/digambar/disket sesuai keinginan motif (Gb.D)
• Hasil gambar/sket diikat yg berfungsi agar cairan wenter tdak masuk pada benang yang diikat (Gb.E)
• Sebelum diWenter benang direndam selama satu hari
• Setelah direndam benang ikatan diwenter sesuai warna yg dikehendaki (Gb. F)
• Hasil setelah diwenter (Gb. G)
• Benang ikatan yang sudah diwenter di lepas ikatannya, (akan terlihat benang yang tidak kena wenter) (Gb. H)
• Benang yang tidak kena wenter diwarna dengan cara dikuas/disolet sesuai warna yang diinginkan (Gb. I)
• Hasil setelah diwarna (Gb. J) benang kemudian dibongkar/dilepas
• Selanjutnya benang digulung dalam proses pallet (Benang dimasukkan dalam sekoci berbentuk Jarum besar)
• Proses tenun siap dilakukan, dengan cara DASARAN KAIN yg sudah berada di alat tenun (seperti pada proses pertama) digabungkan/ditenun dengan proses kedua)
NOTE :
• Proses pembuatan 1 lembar kain tenun sejak pewarnaan benang hingga pemintalan benang sampai menjadi kain siap dijahit membutuhkan waktu sekitar 3 hari.
• 1 lembar kain tenun untuk bahan baju/kemeja, pada umumnya mempunyai ukuran panjang 240 cm - 250 cm dan lebar 115 cm ( cukup untuk dibuat kemeja pria/wanita dengan ukuran S,M,L dan XL lengan panjang atau lengan pendek )

